top of page

4 Model Bisnis Laundry Serta Kelebihan & Kekurangannya

Bisnis yang paling mudah menjamur adalah bisnis yang melayani kebutuhan dasar masyarakat. Contohnya bisnis makanan, minuman, transportasi dan juga laundry. Selain itu, seperti bisnis makanan dan minuman, bisnis laundry juga memiliki 1 kelebihan yaitu masyarakat memiliki preferensi, kebutuhan dan situasi yang sangat bervariasi, sehingga ada beberapa jenis bisnis laundry yang bisa dibuka. Berbeda dengan bisnis transportasi dimana variasi yang dapat dibuat tidak signifikan atau banyak jumlahnya.

Key Takeaways:
  1. Model bisnis laundry dapat dibagi menjadi 4 kategori

  2. Setiap kategori memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing

  3. Setiap kategori dapat berhasil dalam kondisi-kondisi tertentu

  4. Setiap kategori bisa diadakan penyesuaian sesuai kondisi lapangan

Lalu, apa saja sih model bisnis laundry yang umum? Dan apa saja kelebihan dan kekurangan dari setiap model bisnis? Simak 4 Model Bisnis Laundry serta Kelebihan & Kekurangannya!


1. Laundry Korporat

Bisnis laundry kiloan dengan model ini berfokus kepada klien korporat untuk menyediakan layanan B2B (Business to Business). Layanan ini bisa sangat bervariasi tergantung dengan kebutuhan klien mulai dari laundry linen hotel & restoran, seragam karyawan (kantor & pabrik), tunjangan karyawan kantor dan banyak lainnya. Anda bisa menawarkan layanan laundry hampir ke semua jenis usaha tentunya dengan memperhatikan kepentingan calon klien.


Kelebihan model laundry korporat adalah:

  • Omset lebih stabil. Umumnya kita bisa mengikat klien dengan perjanjian kerjasama sehingga omset umumnya lebih stabil walau lebih sulit akuisisi klien korporat dibandingkan pelanggan retail

  • Biaya operasional efisien. Karena omsetnya stabil dan umumnya besar, kita bisa memproduksi layanan laundry dalam skala yang besar dan dalam kuantitas stabil sehingga lebih mudah dalam memprediksi kuantitas dan kita bisa membeli bahan baku dengan jumlah banyak

  • Komplain umumnya lebih sedikit. Klien korporat umumnya tidak banyak komplain / mau dibandingkan dengan pelanggan retail


Kekurangan model laundry korporat adalah:

  • Modal besar. Karena omset dan kuantitasnya besar, maka butuh modal yang mengimbangi juga karena kita harus investasi di lokasi, mesin dan peralatan yang mumpuni agar bisa menampung kuantitas dari semua klien kita

  • Margin keuntungan tipis. Sebagai timbal balik dari omset yang stabil & besar, umumnya klien meminta harga yang murah (dibandingkan pasar retail) sehingga kita harus pintar menjaga biaya operasional dan juga arus kas perusahaan

  • Operasional lebih rumit. Karena kita akan menerima item dalam jumlah banyak dengan banyak jenis dan isu yang mungkin terjadi (item rusak, bernoda, dll), maka kita harus menyiapkan SOP dan karyawan yang kompeten agar dapat sukses dalam menyediakan layanan bisnis ini.

  • Waktu pembayaran lambat. Klien korporat pada umumnya akan meminta waktu setelah tagihan dari laundry diterbitkan. Bisa jadi 1 minggu sampai dengan 1 bulan. Hal ini membuat kita harus pintar dalam menjaga keuangan terutama dari sisi arus kas


2. Laundry Kiloan Premium