9 Tips Bisnis Laundry Kiloan Dari Sesama Pengusaha Laundry

Di Indonesia, kemanapun kita pergi pasti mudah sekali menemukan beberapa jenis bisnis mulai dari bisnis makanan & minuman, bisnis retail (warung, indomaret, alfamart, dkk), dan juga bisnis laundry. Memang kesamaan dari ketiga jenis bisnis ini adalah hampir semua orang bisa memulainya dengan modal yang sangat ringan. Masing-masing jenis bisnispun juga memiliki banyak segmentasinya sendiri dari rumahan sampai premium.


Salah satu hal yang menjadi kesamaan dari ketiga jenis bisnis tersebut juga adalah mereka adalah bisnis yang menyediakan kebutuhan dasar. Sehingga, bisnis laundry menjadi sangat menarik dengan potensi yang besar tapi tentunya dengan kompetisi yang ketat juga. Dalam artikel ini, kami dari QnC Laundry dengan pengalaman kami sejak tahun 2010, ingin berbagi 9 tips yang akan membantu Anda dalam merintis bisnis laundry baru.



Key Takeaways

  1. Lakukan riset dari sumber sebanyak mungkin

  2. Pelajari model bisnis apa yang potensial dan sesuai dengan preferensi Anda

  3. Pelajari apa yang Anda perlu siapkan untuk eksekusi model bisnis tersebut

  4. Buat perencanaan persiapan setiap aspek dan eksekusi

  5. Bersiaplah untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian pada bisnis Anda



1. Riset Model Bisnis yang Mau Digarap

Model bisnis laundry kiloan dapat dibagi menjadi 4 kategori besar. Namun, tentunya akan ada variasi dalam dan diantara setiap kategori sesuai dengan kondisi pasar, preferensi pengusaha serta kesiapan modal pengusaha. Berikut adalah penjelasan dan kelebihan serta kekurangan sekilas keempat kategori model bisnis tersebut:


1. Laundry Korporat

Bisnis laundry kiloan dengan model ini berfokus kepada klien korporat untuk menyediakan layanan B2B (Business to Business). Layanan ini bisa sangat bervariasi tergantung dengan kebutuhan klien mulai dari laundry linen hotel & restoran, seragam karyawan (kantor & pabrik), tunjangan karyawan kantor dan banyak lainnya. Anda bisa menawarkan layanan laundry hampir ke semua jenis usaha tentunya dengan memperhatikan kepentingan calon klien.


Kelebihan model laundry korporat adalah:

  • Omset lebih stabil. Umumnya kita bisa mengikat klien dengan perjanjian kerjasama sehingga omset umumnya lebih stabil walau lebih sulit akuisisi klien korporat dibandingkan pelanggan retail

  • Biaya operasional efisien. Karena omsetnya stabil dan umumnya besar, kita bisa memproduksi layanan laundry dalam skala yang besar dan dalam kuantitas stabil sehingga lebih mudah dalam memprediksi kuantitas dan kita bisa membeli bahan baku dengan jumlah banyak

  • Komplain umumnya lebih sedikit. Klien korporat umumnya tidak banyak komplain / mau dibandingkan dengan pelanggan retail

Kekurangan model laundry korporat adalah:

  • Modal besar. Karena omset dan kuantitasnya besar, maka butuh modal yang mengimbangi juga karena kita harus investasi di lokasi, mesin dan peralatan yang mumpuni agar bisa menampung kuantitas dari semua klien kita

  • Margin keuntungan tipis. Sebagai timbal balik dari omset yang stabil & besar, umumnya klien meminta harga yang murah (dibandingkan pasar retail) sehingga kita harus pintar menjaga biaya operasional dan juga arus kas perusahaan

  • Operasional lebih rumit. Karena kita akan menerima item dalam jumlah banyak dengan banyak jenis dan isu yang mungkin terjadi (item rusak, bernoda, dll), maka kita harus menyiapkan SOP dan karyawan yang kompeten agar dapat sukses dalam menyediakan layanan bisnis ini.

  • Waktu pembayaran lambat. Klien korporat pada umumnya akan meminta waktu setelah tagihan dari laundry diterbitkan. Bisa jadi 1 minggu sampai dengan 1 bulan. Hal ini membuat kita harus pintar dalam menjaga keuangan terutama dari sisi arus kas


2. Laundry Kiloan Premium

Bisnis laundry kiloan dengan model ini fokus ke melayani pelanggan retail dengan menawarkan layanan laundry yang berfokus kepada kualitas & keamanan cucian serta kenyamanan pelanggan. Aspek-aspek ini tentunya bisa dibagi menjadi aspek yang lebih spesifik dan akan dibahas pada poin kedua dalam artikel ini.


Kelebihan dari model laundry kiloan premium adalah:

  • Positioning lebih fleksibel. Karena aspek yang dapat kita pilih untuk tekankan sebagai laundry kiloan premium ada banyak pilihan, positioning bisnis laundry kiloan Anda bisa lebih fleksibel sesuai dengan permintaan pasar dan kondisi Anda sendiri. Contohnya, kita bisa fokus ke menyediakan layanan satuan yang lengkap, laundry khusus anak & bayi, layanan laundry express atau fokus ke layanan antar jemput dan banyak lainnya.

  • Kompetisi lebih ringan. Laundry kiloan premium umumnya belum terlalu banyak apalagi di kota tingkat 2 dan 3 sehingga kompetisi jauh lebih ringan jika kita bandingkan dengan laundry kiloan rumahan. Jika sudah banyak laundry kiloan premium pun, kita bisa mengubah positioning kita sesuai dengan kondisi pasar yang ada sesuai dengan poin sebelumnya.

  • Margin keuntungan lebih tebal. Dengan menyediakan layanan premium, kita bisa memasang harga yang lebih mahal sehingga margin keuntungan lebih tebal. Apalagi jika kita menyediakan layanan laundry satuan.

  • Masih bisa garap laundry korporat. Dengan mesin dan alat yang sudah kita miliki, sebenarnya kita masih bisa mencari omset tambahan dari klien korporat, tapi tentunya dengan skala yang lebih kecil.


Kekurangan dari model laundry kiloan premium adalah:

  • Modal relatif besar. Untuk memulai bisnis laundry kiloan premium, tentunya kita perlu menyiapkan modal yang relatif besar walaupun tidak sebesar laundry korporat & koin. Hal ini karena kita tidak perlu investasi mesin dan alat yang mahal dalam jumlah banyak, tapi kita harus investasi lebih di sisi branding dan pemasaran bisnis kita.

  • Bahan baku harus beli & terkadang mahal. Dengan laundry kiloan premium, maka sewajarnya kita menggunakan bahan baku professional (tidak disarankan menggunakan deterjen dan parfum curah ataupun racik sendiri) mulai dari deterjen, parfum dan chemical lainnya. Tujuannya adalah untuk menjaga kualitas hasil laundry kita dan pengalaman pelanggan.

  • Potensi pasar tidak sebesar laundry rumahan. Potensi pasar laundry premium memang tidak sebesar rumahan, tapi ini tidak menjadi kelemahan yang besar karena potensi yang lebih kecil membuat kompetisi menjadi lebih ringan. Selain itu, jika kita ingin mengakuisisi pasar laundry dalam skala yang besar maka akan membutuhkan skala bisnis yang besar juga.

  • Operasional lebih rumit & ketat. Karena kita menawarkan layanan premium, maka selain bahan baku yang kita gunakan, kita juga harus mengontrol kualitas karyawan dan prosedur produksi di bisnis kita. Untuk meminimalisir kejadian pakaian rusak, hilang atau tertukar.


3. Laundry Koin (Laundromat)

Anda juga mungkin tertarik untuk membuka laundry koin (laundromat) karena operasionalnya yang relatif lebih mudah dimana pelanggan akan melayani kebutuhan laundry mereka sendiri dan kita hanya menyediakan tempat, mesin dan alat agar pelanggan bisa melaksanakan kegiatan tersebut. Umumnya laundry dengan model bisnis ini sudah lumayan menjamur di kota-kota besar dan belum banyak di kota kecil. Anda bisa juga cek artikel kami kenapa kami tidak mau buka laundry koin disini.


Kelebihan model bisnis laundry koin adalah:

  • Biaya operasional ringan. Dengan layanan self-service, maka kita bisa menghemat biaya operasional karena tidak perlu gaji karyawan produksi. Hanya perlu karyawan untuk melayani pelanggan dan menjaga toko.

  • Penawaran harga kompetitif. Karena biaya operasional ringan dan produksi dilakukan pelanggan, kita bisa menawarkan harga yang kompetitif dengan fokus menutup biaya produksi (listrik, air dan bahan baku) saja.

  • Layanan express / kilat. Karena produksi dilakukan pelanggan dan kita asumsikan bahwa setiap pelanggan datang ada mesin yang kosong, maka pelanggan bisa menerima laundry bersih mereka dengan sangat cepat.


Kekurangan model bisnis laundry koin adalah:

  • Modal cukup berat. Modal bisnis laundry koin bisa berkali lipat dengan modal laundry kiloan premium dan rumahan karena 3 hal yaitu:

  • Butuh mesin dalam jumlah banyak. Karena asumsi kita adalah pelanggan akan melakukan self-service dan umumnya laundry koin menawarkan layanan laundry yang cepat, maka butuh mesin yang banyak untuk menampung asumsi tersebut. Jangan sampai pelanggan datang, tapi mesinnya terpakai semua.

  • Mesin laundry koin mahal. Mesin cuci dan pengering laundry koin lebih mahal jika dibandingkan dengan mesin laundry yang dapat kita gunakan untuk membuka bisnis laundry retail lain.

  • Butuh lokasi besar & strategis. Karena pelanggan melaksanakan produksi sendiri, maka kita perlu mengundang pelanggan untuk datang langsung (kita tidak bisa menawarkan layanan antar jemput). Untuk mencapai itu, kita perlu lokasi dengan akses yang mudah, berukuran besar dan strategis agar model bisnis ini berhasil.

  • Layanan self-service belum populer. Jika Anda melihat-lihat ke laundry koin, sebagian besar dari laundry koin masih menawarkan layanan laundry biasa (dicuci oleh karyawan). Hal ini dikarenakan memang layanan self-service belum populer. Sehingga modal besar yang Anda keluarkan dengan harapan bisa menghemat biaya operasional, seringkali terbuang.

Pelajari lebih lengkap Kenapa kami tidak mau membuka usaha laundry koin.


4. Laundry Kiloan Rumahan

Laundry kiloan rumahan adalah model bisnis laundry yang paling mudah dibuka dan juga paling populer (menjamur di seluruh Indonesia). Umumnya, bisnis dengan model ini berfokus kepada menawarkan harga yang murah, lokasi yang dekat dan hubungan baik dengan pelanggan.


Kelebihan model bisnis laundry kiloan rumahan adalah:

  • Modal sangat ringan. Modal yang dibutuhkan untuk membuka bisnis ini sangat ringan. Anda hanya perlu mesin cuci, maka Anda sudah bisa langsung membuka bisnis laundry kiloan rumahan Anda. Jika Anda mau, barulah Anda bisa melirik investasi di mesin pengering, setrika uap dan alat lainnya.

  • Operasional tidak rumit. Umumnya laundry kiloan rumahan menawarkan harga yang murah bahkan terkadang miring. Jadi, dari sisi pelanggan pun umumnya tidak memiliki ekspektasi yang tinggi sehingga kita hanya perlu fokus dalam mengadakan layanan laundry dengan kualitas yang masuk akal.

  • Bahan baku murah. Sama dengan poin sebelumnya, bisnis dengan model ini bisa menggunakan bahan baku yang murah seperti deterjen dan parfum curah untuk menghemat biaya.


Kekurangan model bisnis laundry kiloan rumahan adalah:

  • Kompetisi ketat. Karena laundry kiloan rumahan sudah sangat menjamur dan rata-rata menyediakan layanan yang seragam, kompetisi menjadi sangat ketat dan sering terjadi perang harga. Idealnya adalah kita membuka bisnis laundry kiloan rumahan di lokasi yang belum ada laundry kiloan rumahan dan menjaga kualitas agar pelanggan tetap setia dengan bisnis kita.

  • Margin keuntungan relatif tipis. Karena harga yang murah, margin keuntungan kita bisa menjadi sangat tipis. Namun, hal ini umumnya menjadi tidak masalah karena sebagian besar laundry kiloan rumahan masih dikerjakan pemiliknya dan juga bisa menggunakan cara-cara untuk menghemat biaya seperti meracik bahan baku sendiri.

  • Sulit garap klien korporat. Karena kapasitas yang minim dan juga branding yang lemah, umumnya sulit bagi laundry kiloan rumahan untuk mengakuisisi klien korporat.


2. Tentukan Aspek Layanan yang Mau Difokuskan

Setiap model bisnis di atas memiliki banyak aspek dari layanannya. Contohnya, kita bisa fokus ke memberikan layanan yang murah, layanan yang cepat atau hasil yang premium. Tentunya, setiap aspek yang kita fokuskan akan menarik bagi jenis pelanggan tertentu dan tidak menarik untuk pelanggan lainnya.


Oleh karena itu, penting bagi sebuah pemilik bisnis laundry kiloan untuk melakukan riset terlebih dahulu terhadap aspek layanan apa yang akan Anda fokuskan, apa yang perlu dipersiapkan untuk mendahulukan aspek tersebut dan aspek layanan apa yang pasar butuhkan / inginkan.


Umumnya, aspek layanan yang kita bisa fokuskan dapat dibagi menjadi 4 kategori yaitu:

1. Keamanan

Keamanan disini umumnya diinterpretasikan sebagai kualitas layanan mulai dari kualitas laundry (bersih, rapi, wangi), keamanan item (dari kerusakan, kehilangan, tertukar), jaminan ganti rugi (apa yang bisnis janjikan jika terjadi komplain dari pelanggan) dan ketepatan waktu (apakah bisnis bisa menepati janji waktu layanan selesai).


2. Kenyamanan

Kenyamanan dapat dimengerti sebagai aspek yang membuat pengalaman pelanggan dalam mengakses layanan laundry dengan lebih mudah. Hal ini bisa berupa mempermudah akses (layanan antar jemput, bayar di belakang, dll) dan layanan yang lengkap (bisa kiloan & satuan, pilihan waktu selesai yang fleksibel (dari reguler sampai same day), dll).


3. Harga

Harga tentunya menjadi satu aspek yang diperhatikan semua pelanggan baik itu pelanggan retail atau klien korporat. Harga yang terlalu murah / mahal bisa membuat pelanggan menjadi “was-was” dengan layanan kita dan kita pun harus menyiapkan cara untuk menghilangkan keraguan tersebut.


Atau, kita bisa menentukan harga yang “wajar” di mata pelanggan. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan melakukan riset kepada kompetitor lokal. Tentunya ada kelebihan dan kekurangan dari kedua metode. Dengan harga yang miring (baik murah / mahal), tentunya bisnis kita akan lebih mencolok, tapi dengan harga yang “wajar”, lebih mudah bagi kita untuk mengakuisisi pelanggan.


4. Branding

Branding juga menjadi sebuah aspek yang penting, apalagi dalam akuisisi pelanggan baru. Pelanggan potensial membuat keputusan mencoba / tidak mencoba hanya berdasarkan branding bisnis kita, baik itu dari pemasaran berbayar, referensi orang lain, dll. Sehingga branding sangat penting untuk sebuah bisnis baru baik berupa penampilan yang professional, review yang baik atau branding lainnya.


3. Lokasi, Lokasi, Lokasi

Tidak bisa dipungkiri, salah satu aspek paling penting dalam memulai sebuah bisnis laundry adalah lokasi yang strategis. Hal ini dikarenakan sebagian besar pelanggan laundry masih bergantung kepada pemasaran dan branding offline dalam proses mencari dan memutuskan ketertarikannya dalam mencoba layanan laundry. Selain itu, kebanyakan pelanggan juga mencari layanan laundry yang dekat dengan rumah atau setidaknya satu arah dengan aktivitas sehari-hari mereka.


Berikut adalah 4 tips kami untuk memilih lokasi yang strategis:


1. Cari lokasi dengan traffic yang tinggi.

Lokasi yang paling ideal adalah lokasi yang ramai dilewati orang, walaupun sewanya mungkin lebih mahal, ini bisa meningkatkan omset kita dan merendahkan biaya pemasaran kita karena branding offline kita akan dilihat oleh lebih banyak calon pelanggan. Selain itu, pelanggan secara tidak langsung akan menganggap bahwa laundry kita adalah laundry yang bisa dipercaya karena terletak di lokasi yang ideal.


2. Cari lokasi dengan akses yang mudah.

Selain ramai, lokasi juga sebaiknya mudah diakses. Karena pelanggan butuh cara yang nyaman untuk mengakses bisnis kita. Sederhananya, lokasi Anda harus memiliki lapangan parkir yang memadai, terutama jika Anda berencana membuka bisnis laundry koin.


3. Cari lokasi yang mencolok / mudah terlihat.

Jika lokasi Anda ramai dan mudah diakses tapi tidak terlihat oleh calon pelanggan, maka branding offline Anda akan percuma. Contohnya, lokasi Anda terletak di jalan raya / poros, tapi lokasi Anda tertutup oleh pepohonan, maka lebih baik cari lokasi lain atau pindahkan branding Anda pada lokasi lain seperti baliho, baliho / billboard pinggir jalan. Semakin orang mudah melihat bisnis kita, maka semakin mungkin mereka akan mencoba layanan kita.


Salah satu cara yang dapat Anda coba agar branding Anda lebih mencolok adalah dengan memasang dan menyalakan neon box atau memasang lampu sorot.


4. Cari lokasi yang dekat perumahan / tempat tinggal.

Menurut pengalaman kami, kebanyakan pelanggan lebih suka dengan laundry yang dekat dengan rumah / tempat tinggal mereka. Jika ini tidak memungkinkan, maka coba cari lokasi yang searah dengan kegiatan sehari-hari mereka. Hal ini akan memudahkan pelanggan Anda dalam mengakses layanan Anda. Ini penting karena mengakses layanan laundry adalah sebuah kegiatan yang sifatnya chore / keperluan bukan karena pelanggan suka melakukan kegiatan tersebut (beda dengan ketika kita mencari restoran), jadi semakin mudah dan semakin cepat pelanggan dapat mengakses layanan kita, akan semakin bagus.


4. Pelajari Kompetitor Sekitar

Kalau Anda sudah punya daftar lokasi yang ideal dan model bisnis yang Anda ingin garap, maka langkah selanjutnya adalah melakukan riset kepada kompetitor sekitar lokasi-lokasi tersebut. Dengan begitu, Anda bisa eliminasi lokasi dan model bisnis yang tidak potensial sesuai hasil riset Anda.


Dengan riset ini, Anda juga bisa menentukan harga & aspek layanan yang lebih tepat sesuai dengan strategi yang ingin Anda coba serta aspek apa yang ingin Anda fokuskan sesuai dengan lokasi dan model bisnis yang cocok di lokasi tersebut.


5. Pilih Mesin & Alat yang tepat

Jika Anda sudah tau model bisnis yang tepat untuk Anda dan lokasi yang cocok juga sudah ada. Maka langkah selanjutnya adalah untuk Anda mulai membeli mesin dan peralatan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.


Kuncinya adalah untuk membeli mesin dan peralatan dengan jumlah dan spesifikasi yang sesuai dengan model bisnis Anda. Contohnya, jika Anda ingin membuka laundry kiloan premium atau rumahan, maka cukup membeli mesin retail yang rumahan, tidak perlu beli mesin laundry koin / industrial yang lebih mahal dst.


List mesin dan peralatan yang perlu Anda persiapkan / setidaknya pertimbangkan adalah sebagai berikut:


1. Mesin Cuci

Jenis mesin cuci ada banyak tapi beberapa hal utama yang perlu kita pertimbangkan adalah:

  • Mesin cuci manual / otomatis.

Kami selalu sarankan untuk membeli mesin cuci otomatis agar Anda dan karyawan Anda jauh lebih produktif. Selain itu, mesin cuci otomatis memberikan hasil yang lebih konsisten dan umumnya lebih bersih.

  • Mesin cuci front load / top load.

Mesin cuci front load lebih cepat proses pencuciannya dibandingkan mesin top load, sehingga mesin front load ideal untuk bisnis laundry kiloan dengan fokus kepada aspek layanan kecepatan atau untuk bisnis laundry yang ingin menghemat biaya investasi mesin dan produksi (walaupun harganya sedikit lebih mahal).

  • Kapasitas mesin cuci.

Kapasitas mesin cuci juga wajib diperhatikan karena dengan beda sedikit kapasitas, maka harga mesinnya bisa jauh lebih mahal (harga mesin 20 Kg tidak sama dengan 2.5 kali dari harga mesin 8 Kg, dst.). Jika anda fokus ke layanan retail, saran kami adalah untuk membeli mesin dengan kapasitas 8 - 20 Kg saja.

  • Merek mesin cuci.

Setiap merek mesin cuci juga punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ada merek yang ekonomis sampai dengan merek yang berkualitas dan ada juga yang fokus ke pasar retail / industrial. Contohnya, untuk bisnis laundry retail, Anda cukup beli mesin dengan merek LG, Maytag, dll dan untuk bisnis laundry korporat, Anda bisa beli mesin dengan merek Ecolab, dll.


2. Mesin pengering.
  • Mesin pengering Buildup / Konversi

Mesin pengering pada jenis konstruksinya ada 2 jenis yaitu Build up (langsung dari pabrik) atau konversi (alih guna (tidak resmi). Di Indonesia, mungkin Anda sering mendengar tentang mesin pengering konversi gas. Ini artinya, mesin tersebut adalah mesin yang sebelumnya menggunakan tenaga listrik saja dan kini dikonversi agar fungsi mengeringkannya ditenagai oleh gas. Mesin pengering konversi banyak dicari karena 2 hal yaitu:

  • Mesin pengering build up gas relatif mahal

Mesin pengering build up dengan kapasitas 15 Kg mungkin baru bisa Anda dapatkan di kisaran belasan juta rupiah. Sedangkan, mesin pengering konversi dengan kapasitas yang sama dapat dibeli pada harga di bawah sepuluh juta rupiah.

  • Mesin pengering build up listrik belum cocok di Indonesia

Beberapa daerah di Indonesia belum memiliki akses listrik yang dapat diandalkan (masih terjadi pemadaman rutin). Di Indonesia juga sudah mulai ada peraturan untuk usaha-usaha yang butuh kapasitas listrik dalam jumlah besar.


Kami sendiri menyarankan Anda membeli mesin pengering build up karena mesin pengering konversi memiliki risiko keamanan yang lebih besar, salah satunya adalah risiko pakaian pelanggan terbakar di mesin pengering.


  • Buildup listrik vs gas

Di Indonesia, mesin pengering yang ditenagai gas jauh lebih umum dibandingkan mesin pengering listrik. Namun, sebenarnya fungsi keduanya sama saja. Bedanya, dengan mesin pengering gas, Anda harus lebih memperhatikan keamanan gas Anda dan sebaliknya serta biaya listrik dan gas Anda.


Hal yang harus Anda perhatikan berikutnya adalah kapasitas listrik. Jika lokasi Anda memiliki kapasitas listrik yang besar, maka bisa menggunakan mesin pengering listrik. Jika belum, maka sebaiknya gunakan mesin pengering saja. Anda juga kami sarankan untuk perhatikan perizinan usaha yang membutuhkan kapasitas listrik besar.


  • Kapasitas mesin

Hal selanjutnya untuk diperhatikan adalah kapasitas mesin. Jika Anda melihat kapasitas mesin pengering tertulis 15 Kg. Itu adalah kapasitas ketika pakaian dalam kondisi basah, jadi kapasitas yang sebenarnya mungkin hanya sekitar 7-8 Kg.


3. Setrika listrik / uap

Jika Anda menyediakan layanan setrika, maka Anda juga perlu mempersiapkan set alat setrika (meja setrika dan alat setrika). Jenis alat setrika bisa dibagi jadi 2 yaitu setrika uap dan listrik.


Ada beberapa faktor yang dapat Anda perhatikan ketika sedang memutuskan antara setrika listrik / uap. Namun, Kami menyarankan agar Anda menggunakan setrika uap, karena setrika listrik memiliki risiko untuk meninggalkan bekas pada pakaian pelanggan.


4. Mesin Boiler

Mesin boiler juga menjadi salah satu keperluan utama laundry Anda untuk operasional mesin pengering dan setrika uap (jika Anda beli). Umumnya, ketika Anda membeli paket boiler, Anda akan mendapat setrika uap (jumlah mata tergantung kapasitas boiler yang Anda beli).


5. Mesin packaging (opsional)

Jika Anda berencana atau banyak menerima laundry dry clean, maka Anda bisa mempertimbangkan mesin packaging ini. Dengan mesin ini, Anda dapat melakukan pekemasan (packing) dry clean dengan lebih cepat dan rapih.


6. Mesin khusus item tertentu (karpet, sofa, matras, dll)

Jika Anda berencana untuk menyediakan layanan laundry karpet, matras, dll atau mungkin menyediakan layanan home cleaning service. Maka Anda perlu juga mempersiapkan mesin dan alat yang khusus untuk setiap jenis item tersebut.


6. Pilih Chemical & Bahan Baku yang tepat.

Sesuai dengan model bisnis dan aspek yang ingin difokuskan oleh bisnis laundry Anda, langkah selanjutnya adalah untuk merencanakan bahan baku & chemical apa yang akan digunakan dalam produksi laundry. Untuk laundry premium dan korporat, kami sarankan untuk menggunakan bahan baku & chemical untuk laundry professional mulai dari deterjen, parfum, softener hingga bahan baku pendukung lainnya. Beberapa jenis produk (dan contohnya) yang bisa Anda pertimbangkan adalah:

  • Deterjen : Rinso Matic Professional, Ecolab Detergent, Soklin Matic, dll

  • Parfum : Molto Professional atau bisa juga cari yang Grade S

  • Bahan baku situasional juga perlu dipertimbangkan untuk item-item dengan bahan khusus seperti bahan kulit, suede, dll. Misalkan untuk item dengan bahan kulit, kami menggunakan Cololite. Jujur, ada terlalu banyak jenis bahan yang akan Anda temukan dan sebagian memang butuh bahan baku & chemical khusus agar hasilnya bersih dan item tetap terjaga kualitasnya.

  • Bahan baku opsional (tergantung kebutuhan) : Sour, Pemutih, Vanish, dan chemical lainnya


Untuk laundry rumahan, maka Anda bisa dibilang bebas untuk menggunakan bahan baku sesuai dengan pilihan Anda, tapi harap diperhatikan bahwa bahan baku yang kita gunakan sudah pasti akan berpengaruh dengan kualitas laundry dan juga kondisi pakaian pelanggan (beberapa bahan baku dapat merusak / memperlemah bahan pakaian pelanggan).


Untuk laundry koin, maka Anda juga bisa lebih bebas menggunakan bahan baku, tapi disarankan untuk setidaknya menggunakan bahan baku bermerek guna meningkatkan kepercayaan pelanggan dan juga menjaga kondisi pakaian pelanggan.


7. Kontrol Operasional & Keuangan

Salah satu kelemahan utama dari semua bisnis laundry adalah bisnis ini memerlukan kontrol operasional yang ketat karena kualitas layanan sangat mudah untuk berfluktuasi apalagi ketika kita punya karyawan baru, jumlah laundry menumpuk dan skala produksi laundry sudah membesar.


Selain itu, bisnis laundry memiliki biaya tetap yang berat terutama untuk biaya sewa dan biaya gaji karyawan. Jadi sangat penting bagi pemilik bisnis laundry untuk dapat mengontrol keuangan dengan baik, terutama saat omset masih rendah. Setelah mencapai omset tertentu, maka kita bisa mengubah fokus dalam mengontrol biaya HPP produksi.


Beberapa tips sederhana yang bisa langsung Anda terapkan untuk mempermudah kontrol operasional dan keuangan adalah:

  • Operasional

  • Membuat dan menerapkan SOP

  • Memasang CCTV untuk kontrol secara remote & random

  • Menerapkan susunan shift leader (karyawan kepercayaan)

  • Melakukan survey hasil layanan secara rutin & random kepada pelanggan

  • Membeli sesi training untuk awal pembukaan bisnis.

  • Menggunakan platform POS


  • Keuangan

  • Menggunakan Alat / Aplikasi / Platform Keuangan

  • Menerapkan SOP Setoran Rutin

  • Menerapkan sistem petty cash

  • Menerapkan sistem proporsi biaya


8. Kegiatan Pemasaran yang Efektif & Efisien

Dikarenakan kompetisi yang seringkali sudah ketat, maka salah satu agenda utama pemilik bisnis laundry adalah untuk melakukan pemasaran yang efektif dan efisien, apalagi pada saat awal pembukaan bisnis, ketika kita masih dikejar untuk menutupi biaya tetap yang besar.


Kegiatan pemasaran tentunya tidak ada cara / formula yang paling tepat, karena bergantung dari konsep bisnis, permintaan pasar, target pasar dan banyak faktor lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya pemilik bisnis melakukan eksperimen dengan melaksanakan beberapa kegiatan pemasaran yang potensial secara bersamaan. Lalu, kita bisa berfokus kepada kegiatan yang membuahkan hasil paling besar dengan biaya dan tenaga paling sedikit.


Berikut adalah beberapa kegiatan pemasaran yang telah kami coba beserta hasilnya dan saran kami untuk Anda:


1. Canvassing ke Area Sekitar

Salah satu langkah paling mudah dan sampai saat ini masih efektif adalah dengan melakukan canvassing untuk menawarkan layanan bisnis laundry kita. Lokasi canvassing yang kami sarankan adalah lokasi perumahan (rumah, apartemen, kost, dll), perkantoran dan lokasi pusat kehidupan lainnya yang dekat / searah dengan bisnis Anda.


2. Menawarkan Kerjasama

Anda juga bisa mencoba untuk menghubungi pihak-pihak berkepentingan untuk menawarkan kerjasama layanan laundry dengan harga lebih hemat. Contohnya, Anda bisa bekerja sama dengan pemilik kost untuk menyediakan layanan laundry untuk semua penghuninya dengan kuota dan harga khusus. Umumnya cara ini lebih sulit diterima tapi jika kita bisa mencocokkan dengan kebutuhan mereka, maka potensi omsetnya lumayan besar dan stabil.


3. Memberikan Penawaran Grand Opening

Anda bisa juga menawarkan promo yang miring untuk 1 minggu pembukaan bisnis atau untuk pelanggan baru. Hal ini karena, salah satu hal utama yang kita perlu lakukan adalah meyakinkan pelanggan laundry lain untuk mencoba layanan kita. Hal ini karena sebagian besar pelanggan sudah punya langganan masing-masing, jadi cara paling jitu & cepat adalah dengan akuisisi pelanggan laundry lain. Apalagi jika bisnis laundry Anda mirip-mirip dengan bisnis laundry lainnya.


4. Digital Marketing (Organik)

Kalau Anda punya keahlian di digital marketing, maka kegiatan ini juga bisa meningkatkan omset terutama di daerah-daerah yang warganya sudah lebih paham dan terbiasa dengan teknologi digital. Dengan langkah-langkah yang tepat, Anda bisa mendapatkan banyak pelanggan yang datang langsung ke Anda, tanpa adanya biaya tambahan. Beberapa platform yang bisa Anda targetkan adalah search engine (website), social media (instagram, facebook, dll) dan Maps (Google Maps, dll).


5. Digital Marketing (Berbayar)

Kalau Anda tidak punya banyak waktu & tenaga atau mungkin belum punya keahlian digital marketing, maka ada cara yang lebih mudah untuk membangun online presence Anda, yaitu dengan iklan online. Memang Anda akan perlu mengeluarkan biaya iklan, tapi hasilnya jauh lebih cepat dibandingkan dengan digital marketing organik dan biayanya bisa disesuaikan dengan budget Anda. Contohnya, Anda bisa beriklan di search engine (Maps, Keyword & Display), social media (Story, Feed, Search) dan pada website milik orang lain.


9. Pelatihan Karyawan

Pada poin 8, kami ada menjelaskan sekilas perihal memberikan pelatihan kepada karyawan. Semakin besar skala dan semakin “tinggi” positioning Anda, maka poin ini akan menjadi semakin penting. Karena laundry adalah bisnis yang padat karya, sehingga salah satu aset Anda adalah karyawan Anda dan keahlian mereka.


Untuk memastikan bahwa Anda bisa memberikan pelayanan yang memuaskan, maka sudah pasti Anda butuh investasi di karyawan Anda (tentunya sesuai dengan model bisnis Anda). Hal ini sifatnya wajib, tidak ada model bisnis, teknologi atau ilmu yang bisa menggantikan ini kecuali Anda siap untuk berinvestasi dalam otomatisasi proses produksi laundry Anda.