4 Tips Mengembangkan dan Mengontrol Keuangan Bisnis Laundry

Bisnis laundry adalah saah satu bisnis dengan beban tetap yang berat dan beban variabel yang relatif ringan. Sehingga bisnis laundry umumnya harus berhati-hati dengan keuangannya terutama pada saat awal merintis dimana omset masih kecil tapi biayanya sudah besar (karena biaya tetap). Setelah kita berhasil mencapai titik omset tertentu maka fokus kita akan berpindah dari menutup biaya tetap menjadi mengefisiensikan biaya variabel agar margin keuntungan kita tetap tebal dan ini akan menjadi sulit jika kita tidak menerapkan manajemen operasional dan mengontrol keuangan dengan baik.

Key Takeaways:
  1. Sistem dan prosedur yang komprehensif dan ketat adalah kunci dalam memastikan kontrol keuangan

  2. Teknologi digital dapat membantu Anda dalam kontrol keuangan sehari-hari

Untuk itu, kami juga ada artikel seputar tips untuk mengembangkan dan mengontrol operasional bisnis laundry dan manajemen pemasaran bisnis laundry. Untuk manajemen keuangan bisnis laundry, simak dibawah ini ya!


1. Menggunakan Alat / Aplikasi / Platform Keuangan

Guna memastikan bahwa semua transaksi yang terjadi di bisnis laundry, baik itu transaksi pemasukan maupun pengeluaran dan posisi keuangan bisnis, kita akan membutuhkan sebuah alat. Alat tersebut bisa berupa buku jurnal (keuangan), aplikasi (excel) atau bisa juga platform seperti jurnal.id.


Kami sendiri lebih suka menggunakan platform keuangan karena bisa diakses secara online dan darimanapun. Sehingga, kami bisa cek posisi keuangan darimanapun dan kami juga bisa bekerja dengan karyawan / agensi secara remote. Yang penting, adalah Anda punya sebuah alat untuk mencatat semua transaksi dan posisi keuangan bisnis.


2. Menerapkan SOP Setoran Rutin

Untuk memastikan bahwa tidak ada uang yang bocor dari transaksi, maka sebaiknya Anda menerapkan kebijakan agar karyawan setor uang kasir ke rekening perusahaan setiap waktu tertentu, sehingga lebih sedikit ruang karyawan untuk melakukan penggelapan uang. Untuk memastikan SOP ini berjalan, maka Anda juga perlu menerapkan SOP agar semua transaksi harus diinput (sesuai dengan preferensi Alat Keuangan Anda).


Untuk kami sendiri, kami menggunakan aplikasi kami sendiri sebagai POS. Anda bisa menggunakan POS kami atau bisa juga POS lainnya dan menawarkan kepada pelanggan Anda bahwa semua transaksi akan gratis jika tidak menerima nota dari karyawan Anda. Jadi kecil kemungkinan ada penggelapan uang.


3. Menerapkan sistem petty cash

Langkah sebelumnya kita sudah mengunci semua uang yang masuk. Dengan sistem petty cash ini, Anda juga akan lebih mudah mengunci semua uang yang keluar. Caranya adalah dengan memisahkan rekening / kas kasir dengan petty cash, jadi semua pengeluaran bisnis tidak boleh pakai uang kasir, harus pakai petty cash dan transaksi tersebut harus diinput di Alat Keuangan Anda.


4. Menerapkan sistem proporsi biaya

Langkah terakhir dan paling sulit adalah menerapkan proporsi biaya. Seiring dengan berjalannya bisnis laundry Anda, Anda seharusnya tau proporsi margin keuntungan dan biaya Anda. Misalkan, untuk mencuci 1 Kg pakaian, saya keluar biaya berapa persen dari harga jual? Kalau dalam 1 bulan, dengan omset Rp 10 juta, biaya produksi saya berapa persen dari omset?


Data-data historis ini akan memiliki fungsi untuk menjadi acuan bisnis kita. Misalkan, dalam mencuci 1 Kg pakaian, umumnya biaya yang kita harus bayar adalah 30% dari harga jual kita (biaya bisa berupa air, listrik, bahan baku, gaji karyawan, dll). Biaya ini kita bisa pecah kembali jadi setiap komponennya agar kontrol bisa lebih spesifik. Data-data ini akan jadi panduan kita ketika kita sedang evaluasi keuangan.


Ketika kita menganalisis laporan keuangan kita, kita bisa melihat apakah biaya kita sesuai dengan target kita sebesar 30% dari omset? Jika tidak sesuai, bengkak di bagian apa? Barulah kita bisa melakukan tindakan-tindakan untuk menekan biaya yang membengkak atau melakukan tindakan lainnya.


Namun, hal ini tidak mungkin bisa kita lakukan jika kita tidak punya acuan. Hal ini juga bisa kita gunakan untuk mencegah kecurangan dari karyawan karena seringkali terjadi kasus dimana karyawan mencuri bahan baku bisnis laundry kita.

 

Inilah 4 tips kami untuk mengembangkan dan mengontrol keuangan bisnis laundry Anda. Semoga bisa membantu untuk Anda yang baru ingin merintis atau sedang mengembangkan bisnis laundry Anda. Inti dari artikel ini adalah Anda harus punya kontrol yang kuat, data yang akurat serta SOP dan target yang jelas.


Ingin tips lebih lengkap perihal merintis atau menjalankan usaha laundry? Simak artikel 9 tips merintis bisnis laundry kami!