6 Tips Mengembangkan dan Mengontrol Operasional Bisnis Laundry

Bisnis laundry adalah bisnis yang memerlukan kontrol operasional sangat ketat sama dengan bisnis dengan sistem produksi lainnya (contohnya pabrik, restoran, dll) karena hasil layanan laundry memiliki beberapa aspek kualitas mulai dari kebersihan, kerapihan, keharuman, kecepatan, ketepatan waktu, dll. Belum lagi jika Anda memiliki aspek husus yang ingin ditekankan pada bisnis laundry Anda.


Key Takeaways:
  1. Teknologi digital sangat membantu Anda dalam kontrol usaha Anda

  2. SOP dan standar yang jelas wajib dimiliki setiap bisnis laundry

  3. Kontrol secara random & remote paling efektif untuk evaluasi operasional


Maka, untuk memastikan bahwa seluruh aspek-aspek tersebut dapat dicapai dengan baik dan dijaga konsistensinya, kita butuh manajemen operasional yang rapih dan ketat. Pelajari juga manajemen keuangan bisnis laundry dan manajemen pemasaran bisnis laundry. Ingin tau bagaimana membuat manajemen operasional bisnis laundry yang ideal? Simak disini!


1. Membuat dan menerapkan SOP

Untuk memastikan standar kualitas layanan tercapai dan prosedur yang sudah ditentukan dalam mencapai standar tersebut diikuti dengan baik, maka Anda butuh membuat & menerapkan SOP yang akan berfungsi sebagai acuan bagi karyawan Anda di lapangan.


2. Memasang CCTV untuk kontrol secara remote & random

Untuk mempermudah kontrol operasional dan penerapan SOP Anda, maka Anda pasti perlu cara untuk mengontrol secara remote & random. Tujuannya adalah karena seringkali karyawan disiplin ketika kita di lokasi dan bandel ketika kita tidak ada di lokasi. Dengan adanya cctv, kita bisa monitor karyawan secara random sehingga ada tekanan lebih besar untuk karyawan dalam menerapkan SOP.


3. Menerapkan susunan shift leader (karyawan kepercayaan)

Walaupun begitu, tidak bisa dipungkiri memang ada banyak aspek yang tidak bisa kita kontrol melalui CCTV, contohnya seperti hasil kualitas laundry. Untuk meminimalisir risiko tersebut, sebaiknya kita menerapkan ada semacam team leader / supervisor untuk mengontrol aspek-aspek yang tidak bisa kita kontrol secara remote.


4. Melakukan survey hasil layanan secara rutin & random kepada pelanggan

Selain kontrol secara internal, baiknya kita juga melaksanakan komunikasi dua arah dengan pelanggan agar kita bisa memastikan bahwa kualitas yang kita anggap sudah bagus itu memang benar bagus di mata pelanggan, memastikan tidak ada komplain yang tidak disampaikan pelanggan dan membangun hubungan interpersonal dengan pelanggan.


5. Membeli sesi training untuk awal pembukaan bisnis.

Jika Anda baru saja merintis atau belum ada orang dengan pengalaman operasional laundry, maka sebaiknya Anda membeli sesi training untuk Anda dan karyawan Anda. Setelah itu, barulah Anda membuat SOP atau bisa juga Anda buat SOP (rancangan layanan) dan kemudian mencari layanan training yang sesuai. Untuk karyawan baru setelahnya, Anda bisa melakukan training internal (yang bisa dilakukan oleh team leader / supervisor)


6. Menggunakan platform POS

Anda juga kami sarankan untuk berlangganan POS seperti Smartlink, MokaPOS, dll atau gabung perusahaan lain seperti kami (QnC Laundry). Selain mempermudah kontrol keuangan, POS juga bisa digunakan untuk mengurangi kemungkinan kecurangan karyawan, contohnya dengan menerapkan laundry gratis jika tidak menerima nota.

 

Itulah 6 tips kami untuk mengembangkan dan mengontrol operasional bisnis laundry Anda. Semoga bisa membantu Anda yang sedang ingin merintis atau mengembangkan bisnis laundry Anda.


Ingin tips lebih lengkap perihal merintis atau menjalankan usaha laundry? Simak artikel 9 tips merintis bisnis laundry kami!